MERAWAT JEJAK, MENGHIDUPKAN RUPA": PAMERAN SENI RUPA HADIRKAN KEMBALI INGATAN DAN WARISAN LAMPUNG
BANDAR LAMPUNG, 21 September 2026 — Jejak sejarah, tradisi, dan kekayaan budaya Lampung akan dihadirkan kembali melalui pameran seni rupa bertema "Merawat Jejak, Menghidupkan Rupa", yang akan digelar di Taman Budaya Lampung pada 19–24 Oktober 2026.
Pameran ini digagas oleh Komunitas Media Art bersama Forum Perupa, dengan dukungan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Lampung. Kegiatan ini mengajak para perupa untuk menafsirkan ulang sejarah, cerita rakyat, benda keseharian, serta persoalan sosial masyarakat melalui bahasa seni rupa kontemporer.
David, pendiri Media Art sekaligus kurator pameran, menyatakan tema ini bukan sekadar konsep artistik, melainkan upaya menjaga ingatan kolektif di tengah perubahan zaman. "Merawat jejak berarti menggali, menjaga, dan mendokumentasikan warisan yang membentuk identitas. Menghidupkan rupa berarti memberi bentuk dan napas baru kepada gagasan yang mulai terlupakan," ujarnya.
Lampung diposisikan sebagai wilayah perjumpaan kebudayaan, tempat jalur perdagangan antara Sumatra dan Jawa, serta kehidupan yang tumbuh dari aliran sungai—seperti Bandar Menggala di tepian Sungai Tulang Bawang—yang perlahan berubah seiring perkembangan jaringan jalan darat. Sejarah tersebut diangkat menjadi arsip hidup yang terus relevan.
Karya yang ditampilkan akan mempertemukan warisan masa lalu dengan pandangan masa kini: kisah rakyat, kesetaraan gender, benda-benda keseharian yang mulai terlupakan, hingga pemanfaatan material alami seperti kulit kayu pinus sebagai media berkarya.
Rangkaian kegiatan:
- Open call karya: 20 September – 10 Oktober 2026
- Kurasi: 12 Oktober 2026
- Pengumuman hasil kurasi: 13 Oktober 2026
- Pengiriman karya: 14–16 Oktober 2026
- Penataan karya: 17–18 Oktober 2026
- Pameran: 19–24 Oktober 2026
Pameran terbuka bagi perupa yang berdomisili di Lampung tanpa batasan jenis media karya. Karya yang diikutsertakan dapat berupa karya terbaru atau yang dibuat dalam dua tahun terakhir. Karya terpilih akan dipajang dan dimuat dalam katalog resmi.
"Merawat jejak dan menghidupkan rupa adalah dua proses yang berkelindan: menjaga agar ingatan tidak hilang, sekaligus memberinya bentuk baru agar tetap dapat dibaca generasi kini dan mendatang," tambah David.(Sus/Ncus)
Tags
LAMPUNG