AIR WAY SEKAMPUNG DIPERTANYAKAN, PETANI PRINGSEWU TAGIH JANJI PEMERINTAH

AIR WAY SEKAMPUNG DIPERTANYAKAN, PETANI PRINGSEWU TAGIH JANJI PEMERINTAH

PRINGSEWU - (2 Oktober 2026) KriminalLampungNews – Air dari Bendungan Way Sekampung memang telah mengalir, tetapi pertanyaan mendasar bagi para petani di Kabupaten Pringsewu belum kunjung terjawab: sejauh mana pasokan air tersebut benar-benar memberi manfaat nyata bagi lahan pertanian mereka?
Persoalan itu mencuat dalam aksi unjuk rasa yang digelar oleh Solidaritas Petani Indonesia (SPI) Kabupaten Pringsewu di halaman Kantor Bupati Pringsewu pada Kamis (1/10/2026).

Massa aksi yang dipimpin oleh Novi Antoni alias Gendon selaku koordinator lapangan (korlap) datang menyuarakan satu tuntutan utama: kepastian pasokan dan distribusi air untuk sektor pertanian.

Dalam aksinya, SPI menagih janji Bupati dan Wakil Bupati Pringsewu terkait pemenuhan kebutuhan air irigasi. Mereka mempertanyakan kejelasan pola distribusi air dari Bendungan Way Sekampung serta efektivitas manfaatnya bagi para petani setempat. Bagi mereka, keberadaan bendungan megah tidak akan berarti jika airnya tak kunjung sampai ke sawah-sawah yang membutuhkan.

Massa secara khusus mendesak Bupati Pringsewu, Riyanto Pamungkas, untuk hadir secara langsung menemui pengunjuk rasa dan memberikan penjelasan resmi.
“Kami menuntut kehadiran Bupati Pringsewu Riyanto Pamungkas untuk menemui langsung para pengunjuk rasa,” tegas salah satu perwakilan massa di lokasi.
Sejumlah pejabat Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pringsewu hadir di tengah-tengah massa untuk merespons aspirasi tersebut. Di antaranya Asisten II Hendrid, Sekretaris Dinas PUPR Fahmi, Kepala Dinas Pertanian Maryanto, serta Kepala Bappeda Pringsewu Imam Fatkuroji beserta jajaran.

Meski disambut pejabat daerah, SPI menegaskan bahwa penyelesaian masalah ini tidak boleh berhenti pada sebatas dialog atau janji manis semata. Mereka mendesak Pemkab Pringsewu memberikan peta jalan serta langkah konkret dan terukur mengenai operasionalisasi sistem irigasi Way Sekampung.

Bukan Sekadar Soal Air, Tapi Soal Manfaat

Bagi sektor pertanian, ketersediaan air secara konstan adalah urat nadi yang menentukan keberhasilan musim tanam dan tingkat produktivitas lahan. Oleh karena itu, SPI mendesak pemerintah daerah membuka transparansi data terkait jalur distribusi irigasi, cakupan wilayah layanan, serta jaminan pasokan air bagi petani secara menyeluruh.

SPI juga menegaskan keberadaan infrastruktur besar skala nasional pada akhirnya harus diukur dari dampak nyata yang dirasakan oleh masyarakat tingkat bawah. Jika tuntutan ini diabaikan, massa mengancam akan menggelar aksi susulan dengan jumlah peserta yang jauh lebih besar.

“Jika kehadiran Bupati Pringsewu Riyanto Pamungkas tidak diindahkan, maka akan ada aksi unjuk rasa yang lebih besar,” ujar perwakilan demonstran.

Aksi yang mengusung aspirasi rakyat ini berlangsung tertib dengan pengawalan ketat dari personel Polres Pringsewu dan Satpol PP Kabupaten Pringsewu. Usai menyampaikan pendapat di Kantor Bupati, massa bergerak menuju Gedung DPRD Kabupaten Pringsewu untuk melanjutkan penyampaian aspirasi ke pihak legislatif.

Hingga berita ini diturunkan, redaksi belum mendapatkan keterangan atau klarifikasi langsung dari Bupati Pringsewu Riyanto Pamungkas terkait tuntutan massa maupun alasan ketidakhadirannya dalam menemui para pengunjuk rasa.

Kini, bola panas berada di tangan pemerintah daerah. Pertanyaan besarnya menyangkut hajat hidup orang banyak: ketika air Bendungan Way Sekampung melimpah, akankah ia benar-benar mengaliri sawah-sawah Pringsewu yang kekeringan, atau kembali bermuara sebagai janji tanpa realisasi?
(SangGelombang)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama