KOMUNITAS ANAK SAWAH BAWA BUDAYA LAMPUNG KE TIGA FESTIVAL NASIONAL SECARA MANDIRI
Bandar Lampung - kriminallampungnews.my.id. 15 September 2026 — Komunitas Anak Sawah, kelompok seni asal Lampung, secara mandiri membawa budaya daerah tampil di tiga panggung festival kebudayaan nasional di Pulau Jawa pada periode akhir Agustus hingga awal September 2026 . Ketiga ajang tersebut adalah Bisik Serayu Festival (Banyumas), Festival Payung Indonesia XIII (Surakarta), dan Asia Tri Project dalam rangkaian Asia Tri Jogja 2026 (Yogyakarta) .
Seluruh biaya perjalanan, akomodasi, produksi, serta kebutuhan pementasan ditanggung sepenuhnya oleh komunitas tanpa dukungan pembiayaan dari pemerintah daerah .
Agus Gunawan, Koreografer sekaligus Inisiator Komunitas Anak Sawah, menyampaikan bahwa setiap penampilan tidak sekadar menampilkan karya seni, melainkan memperkenalkan identitas, pariwisata, dan budaya Lampung kepada masyarakat luas .
"Semua kami lakukan dengan biaya mandiri. Tidak ada bantuan dari pemerintah daerah. Padahal ketika kami tampil, yang kami bawa bukan hanya nama komunitas, tetapi juga nama Lampung. Kami sekaligus mempromosikan daerah, pariwisata, dan budaya Lampung," ujar Agus .
Dalam Festival Payung Indonesia XIII di Taman Balekambang, Surakarta, komunitas membawakan karya Tari Bedana Payung — kreasi yang mengembangkan gerak tradisional Bedana dengan payung sebagai simbol kebersamaan dan kegembiraan . Di Yogyakarta, karya Cikau Sugeh ditampilkan di Omah Petroek, Pakem, sebagai ruang pertemuan antara seni tradisi dan ekspresi kontemporer .
Keikutsertaan ini menegaskan peran komunitas akar rumput sebagai ujung tombak pemajuan kebudayaan daerah di tingkat nasional. Namun, keterbatasan akses terhadap dukungan pembiayaan menjadi tantangan berkelanjutan. Sesuai Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan, pemerintah memiliki peran mendukung ekosistem seni budaya, namun hingga saat ini belum ada tanggapan resmi dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Lampung terkait kiprah tersebut .
Komunitas berharap ke depannya tersedia skema dukungan berupa hibah kompetitif, fasilitasi perjalanan, maupun apresiasi yang memadai agar seniman daerah dapat terus berkarya tanpa harus menanggung seluruh beban biaya secara mandiri.(Sis/Ncus)