Enam pejabat eselon II Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tanggamus mengikuti Visitasi Kepemimpinan Nasional (VKN)
Agenda kepemimpinan strategis ini ditujukan untuk mendalami inovasi daerah dan memperluas wawasan para pejabat eksekutif dalam merumuskan kebijakan yang responsif serta berkelanjutan.
Fokus Studi dan Peserta Visitasi
Delegasi Pemkab Tanggamus yang hadir meliputi:
* Darma Saputra (Staf Ahli Bupati Bidang Kemasyarakatan dan SDM)
* Ivan Kurniawan (Kepala BKPSDM)
* Alkat Alamsyah (Kepala DPKPT)
* Belli Palupi (Kepala Disnaker)
* Doni S. Berisang (Kepala Bapperida)
* Nanang Sumarlin (Kepala Bapenda)
Keenam pejabat tersebut bergabung bersama 32 peserta lain yang berasal dari Pemerintah Provinsi Lampung serta perwakilan pemerintah kabupaten/kota se-Provinsi Lampung, dengan total 38 peserta VKN.
Selama kegiatan, para peserta membedah dua fokus utama pembangunan:
* Ketahanan Iklim & Mitigasi Bencana: Penguatan strategi pembentukan daerah tangguh bencana dan sistem peringatan dini.
* Tata Ruang Berwawasan Lingkungan: Penerapan tata ruang terpadu yang berprinsip pada keberlanjutan ekologi dan inovasi pelayanan publik.
Komitmen Implementasi Pembelajaran
Kepala BKPSDM Tanggamus, Ivan Kurniawan, menegaskan bahwa studi lapangan ini bukan sekadar pemenuhan kurikulum pelatihan, melainkan langkah konkrit adopsi praktik baik (best practices) tata kelola pemerintahan.
“Kami tidak hanya mengamati program kerja yang berjalan, tetapi juga mendalami pola kepemimpinan, skema kolaborasi lintas sektor, dan tata kelola yang memberi dampak nyata bagi masyarakat,” ujar Ivan saat dikonfirmasi, Jumat (11/9/2026).
Ivan menambahkan, hasil pembelajaran dari Kabupaten Tangerang akan dijadikan bahan evaluasi dan perumusan kebijakan strategis di Kabupaten Tanggamus.
“Hasil visitasi ini akan kami bawa sebagai bahan masukan untuk memperkuat tata kelola, memicu lahirnya inovasi daerah, serta meningkatkan mutu pelayanan publik yang responsif terhadap kebutuhan masyarakat Tanggamus,” pungkasnya.
Keikutsertaan jajaran pimpinan tinggi pratama Tanggamus ini diharapkan mampu memicu percepatan pembangunan daerah berbasis adaptasi iklim dan tata kelola berstandar tinggi.(*)