Dampak Abu Vulkanik Anak Krakatau, Pemprov Lampung Perpanjang Sekolah Daring Hingga 10 September
BANDAR LAMPUNG — Pemerintah Provinsi Lampung resmi memperpanjang masa Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) atau sekolah secara daring bagi seluruh jenjang pendidikan hingga 10 September 2026. Penyesuaian kebijakan ini diambil sebagai langkah antisipasi terhadap potensi paparan abu vulkanik menyusul erupsi Gunung Anak Krakatau dan perubahan pergerakan arah angin menuju wilayah Lampung.
Kebijakan perpanjangan ini menyasar seluruh jenjang pendidikan, mulai dari PAUD, TK, SD, SMP, SMA, SMK, hingga SLB di seluruh wilayah Provinsi Lampung. Keputusan resmi tersebut tertuang dalam Surat Edaran Gubernur Lampung Nomor 100.3.4/14/V.01/2026 tentang Pelaksanaan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) Akibat Dampak Abu Vulkanik yang ditetapkan pada 8 September 2026.
Langkah Cepat Tanggap Pemprov Lampung
Wakil Gubernur Lampung, Jihan Nurlela, menegaskan bahwa perubahan kebijakan ini berpatokan pada data keselamatan masyarakat dan mitigasi kondisi lingkungan terkini.
* Pertimbangan Utama: Pergerakan arah angin yang membawa paparan abu vulkanik ke arah daratan Lampung.
* Komitmen Pemerintah: Mengutamakan keselamatan dan kesehatan para siswa serta tenaga pendidik di lapangan.
* Format KBM: Pembelajaran pada 9 dan 10 September 2026 dipastikan tetap berjalan penuh secara daring (online) dari rumah masing-masing.
"Situasi ini kami ambil berdasarkan perkembangan terbaru, termasuk arah angin yang menuju wilayah Lampung dan adanya potensi paparan abu vulkanik. Kami memahami keputusan ini berubah dari informasi sebelumnya, namun penyesuaian ini mutlak dilakukan demi keselamatan bersama," ujar Jihan Nurlela.
Antisipasi Dinamis Dinas Pendidikan
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Lampung, Thomas Americo, menjelaskan bahwa respons cepat ini diambil setelah memantau pergerakan arah angin pada sore hari menjelang penetapan edaran. Menurutnya, perpanjangan masa belajar dari rumah ini bukan sekadar perubahan administratif, melainkan bentuk respons fleksibel terhadap dinamika alam.
"Sore tadi kami melihat arah angin menuju Lampung. Karena ada perkembangan tersebut, kita langsung putuskan memperpanjang pembelajaran daring sampai 10 September. Kebijakan ini dinamis; jika kondisi sudah membaik dan memungkinkan, pola pembelajaran tentu akan segera kita sesuaikan kembali," pungkas Thomas.
Pemprov Lampung mengimbau para orang tua dan pihak sekolah untuk terus memantau informasi resmi serta memastikan para siswa tetap mengikuti proses belajar jarak jauh dengan optimal dari rumah.(**)